1. Hal
yang menarik menurut saya yaitu Manajemen resiko dan MELR
Manajemen risiko adalah usaha yang secara
rasional ditujukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dari
resiko yang dihadapi. Risiko tidak cukup dihindari, tapi harus dihadapi dengan
cara-cara memperkecil kemungkinan terjadinya suatu kerugian.
Pengelolaan sebuah program yang berdampak
pada murid yang terdiri dari
1.
Resiko keuangan
2.
Resiko pemenuhan
3.
Resiko reputasi sekolah
MELR : suatu strategi yang digunakan untuk memonitor dan
mengevaluasi program sekolah. MELR merupakan akronim dari Monitoring,
Evaluation Learning and Reporting.
a.
Monitoring adalah proses perhimpunan data analisa
internal dari sebuah program.
Monitoring kegiatan yang dilakukan dalam
rangka pengawasan dan pengendalian kegiatan yang dilaksanakan untuk umpan balik
pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan, dilakasanakan dengan melihat
langsung pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui kesesuaian kegiatan perencanaan
dan pelaksanaan suatu program.
b.
Evaluation adalah penilaian secara periodik pada suatu
program yang sudah tuntas/selesai.
Proses pengukuran yang dicapai
dibandingkan sasaran yang telah ditentukan sebagai bahan penyempurnaan
perencanaan pelaksanaan program. Adapun prinsip dari evaluation menyeluruh,
berkesinambungan,obyektif, hasil evaluasi dapat digunakan sebagai penghargaan
bagi yang berhasil dan merupakan motivasi bagi yang belum berhasil. Cara yang
digunakan antara lainkuantitatif sesuai dengan monitoring yang dilakukan dan
tekniknya adalah observasi langsung di sekolah, isian instrument pengamatan,
wawancara, berperan serta.
c.
Learn adalah merefleksikan situasi 4F (Fact,Filling, finding, future),
d.
Reporting adalah alat bagi pimpinan untuk
menginformasikan atau memberikan masukan untuk setiap pengambilan keputusan. Dr
Roger green yang seorang ahli dibidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator
merancang kerangka kerja pembelajaran (learning) melalui
model (4F) adalah fact (fakta)
: catatan obyektif tentang apa yang terjadi, Feeling,
(Perasaan): reaksi emosional tentang sesuatu, finding (temuan): pembelajaran
konkrit yang diambil dari situasi tersebut, future (masa
depan): menyusun pembelajaran digunakan untuk masa depan
BAGJA : merupakan kontekstualisasi dari konsep 5D; akronim dari
-
B (Buat pertanyaan)
-
A (Ambil pelajaran)
-
G (Gali mimpi)
-
J (Jabarkan rencana)
-
A (Atur Eksekusi).
MANAJEMEN RESIKO
Tujuan Manajemen Risiko
Ada
beberapa yang menjadi tujuan dalam penerapan manajemen risiko yang diyakini
mampu untuk :
- memastikan risiko-risiko
yang ada diperusahaan telah identifikasi dan dinilai, serta telah
dibuatkan rencana tindakan untuk meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya.
- memastikan bahwa rencana
tindakan telah dilaksanakan secara efektif dan dapat meminimalisasi dampak
dan kemungkinan terjadinya risiko.
- meningkatkan efektivitas dan
efisiensi manajemen karena semua risiko yang dapat menghambat proses
perusahaan telah diidentifikasikan dengan baik, termasuk cara untuk
mengatasi gangguan kelancaran proses perusahaan telah diantisipasi
sebelumnya sehingga jika gangguan tersebut terjadi, perushaan telah siap
untuk menanganinya dengan baik.
- membantu manajemen perusahaan
dalam pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi mengenai
risiko-risiko yang ada di perusahaan, baik risiko strategis maupun
kegiatan fungsi-fungsi/proses bisnis di unit kerja.
- lebih memberikan jaminan
yang wajar atas pencapaian sasaran perusahaan karena terselenggaranya
manajemen yang lebih efektif dan efisien, hubungan dengan pemangku
kepentingan yang semakin membaik, kemampuan menangani risiko perusahaan
yang juga meningkat, termasuk risiko kepatuhan dan hukuman.
Dalam
praktiknya tujuan sebelum terjadinya risiko antara lain adalah mengetahui:
- hal-hal yang bersifat
ekonomis
- hal-hal yang bersifat non
ekonomis
- kewajiban pihak ke-3/ diluar
perusahaan.
Adapun
tujuan sesudah terjadinya risiko, yaitu:
- menyelamatkan operasi
perusahaan
- menjalankan operasi
perusahaan sehingga tetap berlanjut.
- mencegah agar pendapatan
peusahaan tetap mengalir.
- pertumbuhan usaha bagi
perusahaan yang sedang melakukan pengembangan usaha tetap berlanjut.
- tanggung jawab sosial perusahaan.
Tahapan Manajemen Risiko
- Mengidentifikasi terlebih
dahulu risiko-risiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan
- Mengevaluasi atas
masing-masing risiko ditinjau dari severity (nilai risiko) dan frekuensinya
- Mengendalikan risiko, secara
fisik (risiko dihilangkan, risiko diminimalisir) dan ataupun secara
finansial (risiko ditahan, risiko ditransfer)
- Menghilangkan risiko berarti
menghapuskan semua kemungkinan terjadinya kerugian, misalnya dalam
mengendarai mobil di musim hujan, kecepatan kendaraan dibatasi maksimum 60
km/jam
- Meminimalisasi risiko
dilakukan dengan upaya-upaya untuk meminimumkan kerugian, misalnya dalam
produksi, peluang terjadinya produk gagal dapat dikurangi dengan
pengawasan mutu (quality control)
- Menahan sendiri risiko
berarti menanggung keseluruhan atau sebagian dari risiko, misalnya dengan
cara membentuk cadangan dalam perusahaan untuk menghadapi kerugian yang
bakal terjadi (retensi sendiri)
- Pengalihan/transfer risiko
dapat dilakukan dengan memindahkan kerugian atau risiko yang mungkin
terjadi kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi
Ruang Lingkup Manajemen Resiko
·
Penentuan konteks kegiatan yang akan
dikelola resikonya
·
Identifikasi resiko
·
Analisis resiko
·
Evaluasi resiko
·
Pengendalian resiko
·
Monitor dan Review
·
Koordinasi dan komunikasi
Kaitannya
dengan materi lain yaitu apabila dikaitkan dengan Filosofi Kihajar Dewantara program sekolah yang berdampak pada murid untuk terwujudnya
merdeka belajar dan guru menuntun siswa sesuai dengan kodratnya. Kaitannya
dengan Inkuiri Apresiatif adalah program sekolah yang berdampak pada murid dengan
mempertimbangkan metode BAGJA dengan pemetaan kekuatan sekolah sehingga
terbentuk kekuatan sekolah. Kaitannya dengan Pengelolaan Aset Sekolah program sekolah yang berdampak pada murid dengan selalu berpikir
positif dan memanfaatkan potensi yang ada di sekolah sebagai kekuatan yang
harus terus dikembangkan.
Kaitan dari semua materi
tersebut peran saya sebagai Guru Penggerak
Setiap modul yang telah saya pelajari memberikan pengalaman pembelajaran
untuk menjadi seorang guru penggerak, yang dapat mencetak generasi merdeka
belajar bermakna menuju profil pelajar Pancasila.
Seorang guru harus belajar berkolaborasi untuk agar
terciptannya tujuan bersama di sekolah.
Sebagai guru penggerak saya dapat mengetahui bangaimana cara
mengambil solusi terbaik yang merupakan langkah dari pengambilan keputusan
dengan merubah pola pikir, sehingga semakin bijaksana untuk belajar
bergerak, berbagi dalam memajukan pendidikan.
Komentar
Posting Komentar