Langsung ke konten utama

3.3.a.9 Koneksi Antar Materi - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 

1.      Hal yang menarik menurut saya yaitu Manajemen resiko dan MELR

Manajemen risiko adalah usaha yang secara rasional ditujukan  untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dari resiko yang dihadapi. Risiko tidak cukup dihindari, tapi harus dihadapi dengan cara-cara memperkecil kemungkinan terjadinya suatu kerugian.

Pengelolaan sebuah program yang berdampak pada murid yang terdiri dari

1.      Resiko keuangan

2.      Resiko pemenuhan

3.      Resiko reputasi sekolah

 

MELR : suatu strategi yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi program sekolah. MELR merupakan akronim dari Monitoring, Evaluation Learning and Reporting.

 

a.       Monitoring adalah proses perhimpunan data analisa internal dari sebuah program. 

Monitoring kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengawasan dan pengendalian kegiatan yang dilaksanakan untuk umpan balik pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan, dilakasanakan dengan melihat langsung pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui kesesuaian kegiatan perencanaan dan pelaksanaan suatu program.

b.      Evaluation adalah penilaian secara periodik pada suatu program yang sudah tuntas/selesai.

Proses pengukuran yang dicapai dibandingkan sasaran yang telah ditentukan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan pelaksanaan program. Adapun prinsip dari evaluation menyeluruh, berkesinambungan,obyektif, hasil evaluasi dapat digunakan sebagai penghargaan bagi yang berhasil dan merupakan motivasi bagi yang belum berhasil. Cara yang digunakan antara lainkuantitatif sesuai dengan monitoring yang dilakukan dan tekniknya adalah observasi langsung di sekolah, isian instrument pengamatan, wawancara, berperan serta.

c.       Learn adalah merefleksikan situasi 4F (Fact,Filling, finding, future)

d.      Reporting adalah alat bagi pimpinan untuk menginformasikan atau memberikan masukan untuk setiap pengambilan keputusan. Dr Roger green yang seorang ahli dibidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator merancang kerangka kerja pembelajaran (learning) melalui model (4F) adalah fact (fakta) : catatan obyektif tentang apa yang terjadi, Feeling, (Perasaan): reaksi emosional tentang sesuatu, finding (temuan): pembelajaran konkrit yang diambil dari situasi tersebut, future (masa depan): menyusun pembelajaran digunakan untuk masa depan

 

BAGJA : merupakan kontekstualisasi dari konsep 5D; akronim dari

-         B (Buat pertanyaan)

-         A (Ambil pelajaran)

-         G (Gali mimpi)

-         J (Jabarkan rencana)

-         A (Atur Eksekusi).

 

MANAJEMEN RESIKO

 

Tujuan Manajemen Risiko

Ada beberapa yang menjadi tujuan dalam penerapan manajemen risiko yang diyakini mampu untuk :

  • memastikan risiko-risiko yang ada diperusahaan telah identifikasi dan dinilai, serta telah dibuatkan rencana tindakan untuk meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya.
  • memastikan bahwa rencana tindakan telah dilaksanakan secara efektif dan dapat meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya risiko.
  • meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen karena semua risiko yang dapat menghambat proses perusahaan telah diidentifikasikan dengan baik, termasuk cara untuk mengatasi gangguan kelancaran proses perusahaan telah diantisipasi sebelumnya sehingga jika gangguan tersebut terjadi, perushaan telah siap untuk menanganinya dengan baik.
  • membantu manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi mengenai risiko-risiko yang ada di perusahaan, baik risiko strategis maupun kegiatan fungsi-fungsi/proses bisnis di unit kerja.
  • lebih memberikan jaminan yang wajar atas pencapaian sasaran perusahaan karena terselenggaranya manajemen yang lebih efektif dan efisien, hubungan dengan pemangku kepentingan yang semakin membaik, kemampuan menangani risiko perusahaan yang juga meningkat, termasuk risiko kepatuhan dan hukuman.

Dalam praktiknya tujuan sebelum terjadinya risiko antara lain adalah mengetahui:

  1. hal-hal yang bersifat ekonomis
  2. hal-hal yang bersifat non ekonomis
  3. kewajiban pihak ke-3/ diluar perusahaan.

Adapun tujuan sesudah terjadinya risiko, yaitu:

  • menyelamatkan operasi perusahaan
  • menjalankan operasi perusahaan sehingga tetap berlanjut.
  • mencegah agar pendapatan peusahaan tetap mengalir.
  • pertumbuhan usaha bagi perusahaan yang sedang melakukan pengembangan usaha tetap berlanjut.
  • tanggung jawab sosial perusahaan.

Tahapan Manajemen Risiko

  1. Mengidentifikasi terlebih dahulu risiko-risiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan
  2. Mengevaluasi atas masing-masing risiko ditinjau dari severity (nilai risiko) dan frekuensinya
  3. Mengendalikan risiko, secara fisik (risiko dihilangkan, risiko diminimalisir) dan ataupun secara finansial (risiko ditahan, risiko ditransfer)
  4. Menghilangkan risiko berarti menghapuskan semua kemungkinan terjadinya kerugian, misalnya dalam mengendarai mobil di musim hujan, kecepatan kendaraan dibatasi maksimum 60 km/jam
  5. Meminimalisasi risiko dilakukan dengan upaya-upaya untuk meminimumkan kerugian, misalnya dalam produksi, peluang terjadinya produk gagal dapat dikurangi dengan pengawasan mutu (quality control)
  6. Menahan sendiri risiko berarti menanggung keseluruhan atau sebagian dari risiko, misalnya dengan cara membentuk cadangan dalam perusahaan untuk menghadapi kerugian yang bakal terjadi (retensi sendiri)
  7. Pengalihan/transfer risiko dapat dilakukan dengan memindahkan kerugian atau risiko yang mungkin terjadi kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi

Ruang Lingkup Manajemen Resiko

Ruang lingkup proses manajemen resiko terdiri dari:

·         Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola resikonya

Menetapkan strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan dilakukan.

·         Identifikasi resiko

Mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi resiko antara lain:

  1. Brainstorming (pengungkapan Pendapat)
  2. Survey
  3. Wawancara
  4. Informasi historis
  5. Kelompok kerja

·         Analisis resiko

Dilakukan dengan menentukan tingkatan probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi. Kemudian ditentukan tingkatan risiko yang ada dengan mengalikan kedua variabel tersebut (probabilitas X konsekuensi).

·         Evaluasi resiko

Evaluasi Risiko adalah membandingkan tingkat risiko yang telah dihitung pada tahapan analisis risiko dengan kriteria standar yang digunakan.

Hasil Evaluasi risiko diantaranya adalah:

  1. Gambaran tentang seberapa penting risiko yang ada.
  2. Gambaran tentang prioritas risiko yang perlu ditanggulangi.
  3. Gambaran tentang kerugian yang mungkin terjadi baik dalam parameter biaya ataupun parameter lainnya.
  4. Masukan informasi untuk pertimbangan tahapan pengendalian.

·         Pengendalian resiko

Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi yang ada dengan menggunakan berbagai alternatif metode, bisa dengan transfer risiko, dan lain-lain.

·         Monitor dan Review

Monitor dan review terhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan.

·         Koordinasi dan komunikasi

Komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan internal dan eksternal untuk tindak lanjut dari hasil manajemen risiko yang dilakukan.

 

Kaitannya dengan materi lain yaitu apabila dikaitkan dengan Filosofi Kihajar Dewantara program sekolah yang berdampak pada murid untuk terwujudnya merdeka belajar dan guru menuntun siswa sesuai dengan kodratnya. Kaitannya dengan Inkuiri Apresiatif adalah program sekolah yang berdampak pada murid dengan mempertimbangkan metode BAGJA dengan pemetaan kekuatan sekolah sehingga terbentuk kekuatan sekolah. Kaitannya dengan Pengelolaan Aset Sekolah program sekolah yang berdampak pada murid dengan selalu berpikir positif dan memanfaatkan potensi yang ada di sekolah sebagai kekuatan yang harus terus dikembangkan.

Kaitan dari semua materi tersebut peran saya sebagai Guru Penggerak

Setiap modul yang telah saya pelajari memberikan pengalaman pembelajaran untuk menjadi seorang guru penggerak, yang dapat mencetak generasi merdeka belajar bermakna menuju profil pelajar Pancasila.

Seorang guru harus belajar berkolaborasi untuk agar terciptannya tujuan bersama di sekolah.

Sebagai guru penggerak saya dapat mengetahui bangaimana cara mengambil solusi terbaik yang merupakan langkah dari pengambilan keputusan  dengan merubah pola pikir, sehingga semakin bijaksana untuk belajar bergerak, berbagi dalam memajukan pendidikan.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Tindakan Aksi Nyata

 

RPP Listrik Statis Kelas IX kombinasi luring dan daring

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PJJ   Satuan Pendidikan                   : SMP Negeri 5 Tanjung Morawa Mata Pelajaran                         : IPA Kelas/Semester                         : IX/1 Materi Pokok                           : Listrik Statis Alokasi Waktu                         : 2 x 40 Menit KOMPETENSI DASAR ( KD ) ; 3.4.   Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya...

PJJ Menyenangkan dengan Diklat Guru Belajar

          Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat aktivitas pembelajaran tatap muka di Sekolah berhenti, tetapi pembelajaran tidak berhenti. SMP negeri 5 Tanjung Morawa menerapkan pembelajaran kombinasi luring dan daring. permasalahan terjadi ketika pembelajaran daring yaitu kesiapan guru melaksanakan pembelajaran daring yaitu membuat media pembelajran, pertemuan virtual dengan siswa, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Permasalahan bukan hanya pada guru tetapi juga pada siswa, tidak semua siswa memiliki gadget. Handphone digunakan 1 untuk satu keluarga, dan ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Di SMP negeri 5 Tanjung Morawa banyak yang berpenghasilan rendah atau kurang mampu, hal ini membuat sebagian siswa tidak aktif dalam pembelajaran, di samping itu juga orang tua kurang perduli terhadap pendidikan anak. Permasalahan di atas dapat diatasi dengan Program guru belajar dan pemberian kuota bel...