Langsung ke konten utama

Tugas 2.1.a.6 Refleksi Terbimbing

 Refleksi Pembelajaran Berdiferensiasi

CGP                            : Rusti Lumban Gaol
PDP                            : Sri Rahayu
Fasilitator                   : Rukmana

Beriku adalah pertanyaan pemantik yang dapat Anda renungkan sebelum melakukan kegiatan refleksi ini;

1.      Bagaimana saya dapat melakukan praktek pembelajaran berdifensiasi secara lebih efektif?

2.      Pendekatan manakah yang seharusnya saya ubahsuaikan?

3.  Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

Jawaban

1.       Saya melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi dengan cara :  

a.    Merencanakan Kelas Berdiferensisasi

Dalam merencanakan kelas berdiferensiasi, ada tiga aspek yang sangat penting, yakni: (1) mengklarifikasi materi, (2) mendiagnosa kesiapan siswa, dan (3) mendesain pengalaman belajar yang bervariasi.

b.    Mengatur Kelas Berdiferensiasi

Mengatur kelas berdiferensiasi memerlukan keterampilan dan strategi yang kompleks. Ia juga memerlukan pemikiran yang fleksibel dan toleransi terhadap tingkatan aktivitas , perpindahan, dan kegaduhan/ keributan tingkat tinggi yang diakibatkan olehnya.

Beberapa ahli merekomendasikan para guru agar mengembangkan ‘template’ untuk mengatur tugas siswa.  Dodge (2005) mengemukakan bahwa guru dapat mengembangkan kartu tugas, jurnal pendapat siswa, buku harian belajar, format pencatatan, dan fortofolio siswa.

Carolyn Coil (2004, 2007) juga mengembangkan satu set alat untuk guru: Kartu Kriteria Produk, pengatur kegiatan pilihan siswa tic-tac-toe, dan format rencana belajar berjenjang.

c.    Penilaian dalam Kelas Berdiferensiasi

d.    Penilaian dalam kelas berdiferensiasi bersifat tanpa henti dan merupakan bagian yang terpadu dengan pembelajaran. Langkah awal penilaian adalah mengumpulkan informasi diagnostik

2.      Pendekatan yang digunakan adalah

a.    Mengembangkan profil siswa

b.    Memberikan materi dengan format bervariasi dan dengan tingkat kesulitan yang berbeda

Setidaknya ada 4 tingkat materi yang harus tersedia bagi satu topik yang akan diberikan.

Tingkat I: simpel (di bawah standar)

  • Tingkat II: rata-rata (sesuai standar)

Tingkat III: kompleks (di atas standar)

Tingkat IV: profesional (ahli)

c.    Melihat proses kognitif yang berbeda

d.    Memberikan pilihan dalam kegiatan belajar dan penilaian

e.    Melakukan pengelompokkan yang fleksibel dan penyusunan kelompok kecil

f.     Melakukan pemadatan kurikulum yaitu:

  • -     Fase pertama meliputi penilaian siswa dan pengidentifikasian kandidat siswa yang akan memperoleh pemadatan kurikulum
  • -       Fase kedua meliputi pengembangan rencana untuk mengajarkan keterampilan dan untuk memahami hal-hal yang belum dikuasai siswa.
  • -      Fase ketiga meliputi pembuatan proyek-proyek yang independen dan menantang oleh guru dan siswa.
  •   Mengadakan tutor sebaya dan menggunakan mentor dan ahli

3.      Dalam setiap perubahan yang kita lakukan tentu saja pasti ada tantangan baik itu secara positif dan negative, tapi apapun itu tantangan saya merespon positif. Tantangan itu menjadi cambuk bagi saya untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan saya. Intropeksi diri dan melakukan perbaikan. Di samping itu Diskusikan dengan rekan sejawat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan, ajak siswa untuk belajar mandiri dan kreatif, tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar.


Berikut ini pertanyaannya
  1. Dari apa yang sudah Anda pelajari, materi apa yang menurut Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di kelas Anda?
  2. Apa yang menurut Anda sulit untuk diterapkan? Mengapa menurut Anda hal tersebut sulit diterapkan?
  3. Jika Anda harus menerapkan hal yang sulit tersebut, dukungan Apa yang Anda perlukan? Kemana atau bagaimana Anda akan dapat mengakses dukungan tersebut.
  4. Jika Anda menghadapi sebuah situasi, dimana kebutuhan belajar siswa Anda tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran berdiferensiasi beranikah Anda mengambil risiko untuk memodifikasi pembelajaran Anda, meskipun hal tersebut mungkin tidak umum atau tidak sesuai dengan sistem yang ada? Jelaskan pendapat Anda dengan alasannya.
Berikut jawaban atas pertanyaan di atas
  1. Berdasarkan apa yang telah saya pelajari pada modul ini pembelajaran berdiferensiasi merupakan solusi bagi permasalahan terkait pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid.  Pembelajaran berdiferensiasi berpusat pada siswa dan menitikberatkan pada pengajaran yang responsif dan pro-aktif. Ia adalah pengakuan dan komitmen untuk merencanakan perbedaan-perbedaan yang ada ada siswa. Poin awalnya adalah memahami perbedaan, minat, dan pilihan siswa sekaligus juga memahami kekuatan dan kelemahan siswa. Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Adapun diferensiasi yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dari segi konten, proses, dan juga produk yang dihasilkan siswa.
  2. Menurut saya yang sulit diterapkan dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu mengenali kebutuhan belajar murid. omlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek. Ketiga aspek tersebut adalah:
    • Kesiapan belajar (readiness) murid
    • Minat murid
    • Profil belajar murid                                                                                                             Jumlah siswa rata-rata  30 orang dengan  latar belakang yang berbeda, tentunya perlu waktu yang ekstra bagi seorang guru untuk mengenali kebutuhan belajar muridnya. Apalagi dalam situasi pembelajaran daring seperti ini dimana guru tidak bisa bertemu dengan muridnya, perlu strategi dan inovasi untuk dapat mengenali masing-masing siswa.
3. Dukungan yang saya perlukan yaitu dukungan penuh dari pihak terkait yaitu, kepala sekolah, pengawas, guru, siswa dan orang tua siswa untuk memastikan anak-anaknya dapat terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga guru dapat mengenali murid-muridnya dengan baik. Selain itu, saya juga harus memastikan para orang tua agar mendampingi anak-anaknya saat saya melakukan sebuah survey untuk mengetahui profil murid saya, memastikan semua murid mengisi surveynya. Untuk mendapat dukungan tersebut tentunya saya akan mengoptimalkan grup paguyuban yang telah saya bentuk sebelumnya dan berkomunikasi melalui whatsapp grup. 

4. Menurut saya, jika saya berada pada situasi dimana kebutuhan belajar siswa saya tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran berdiferensiasi, maka saya akan memodifikasi pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Tindakan Aksi Nyata

 

RPP Listrik Statis Kelas IX kombinasi luring dan daring

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PJJ   Satuan Pendidikan                   : SMP Negeri 5 Tanjung Morawa Mata Pelajaran                         : IPA Kelas/Semester                         : IX/1 Materi Pokok                           : Listrik Statis Alokasi Waktu                         : 2 x 40 Menit KOMPETENSI DASAR ( KD ) ; 3.4.   Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya...

PJJ Menyenangkan dengan Diklat Guru Belajar

          Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat aktivitas pembelajaran tatap muka di Sekolah berhenti, tetapi pembelajaran tidak berhenti. SMP negeri 5 Tanjung Morawa menerapkan pembelajaran kombinasi luring dan daring. permasalahan terjadi ketika pembelajaran daring yaitu kesiapan guru melaksanakan pembelajaran daring yaitu membuat media pembelajran, pertemuan virtual dengan siswa, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Permasalahan bukan hanya pada guru tetapi juga pada siswa, tidak semua siswa memiliki gadget. Handphone digunakan 1 untuk satu keluarga, dan ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Di SMP negeri 5 Tanjung Morawa banyak yang berpenghasilan rendah atau kurang mampu, hal ini membuat sebagian siswa tidak aktif dalam pembelajaran, di samping itu juga orang tua kurang perduli terhadap pendidikan anak. Permasalahan di atas dapat diatasi dengan Program guru belajar dan pemberian kuota bel...