Langsung ke konten utama

PENGEMBANGAN BUDAYA POSITIF DENGAN HIDUP BERSIH DI RUMAH DAN SEKOLAH SISWA SMP NEGERI 5 TANJUNG MORAWA

 Latar Belakang

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukan seseorang untuk selalu memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan berperilaku sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengembangkan budaya positif pada siswa. Terciptanya budaya positif di sekolah dan di rumah dibutuhkan Kerjasama guru,  dengan kepala sekolah serta orang tua. Kerjasama yang baik akan mengembangkan budaya positif yaitu dengan menciptakan lingkungan yang bersih di sekolah, rumah dan masyarakat. Kepala sekolah harus memastikan para guru dan staf mendapatkan dukungan dalam menerapkan disiplin positif di sekolah serta Mendukung dan mengawasi keterlibatan orangtua dalam menerapkan disiplin positif. Dan orang tua menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman sehingga dapat menerapkan disiplin positif yang konsisten dan berpartisipasi dalam pertemuan sekolah dan memiliki hubungan baik dengan guru untuk mendukung pendekatan disiplin positif.

Budaya hidup bersih di rumah dan sekolah – Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Pepatah ini sebenarnya sudah pernah populer beberapa dekade belakangan di kalangan anak sekolah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas.

Sebagai guru penggerak tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan budaya positif baik didalam kelas, lingkungan sekolah dan rumah. Di lingkungan sekolah, guru dapat menerapkan budaya positif seperti bekerjasama dengan rekan sejawat, berinteraksi secara akrab dengan peserta didik .

Situasi pandemic Covid-19 saat ini mengakibatkan pembelajaran tatap muka tidak lagi diadakan di Sekolah. Pembelajaran Jarak Jauh di SMP Negeri 5 Tanjung Morawa dilakukan secara daring dan luring. kegiatan literasi secara langsung di sekolah pun terhenti. Tidak ada lagi aktivitas membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan aktivitas lainnya terkait literasi. Tetapi situasi ini tidak membuat literasi di SMP Negeri 5 Tanjung morawa berhenti dengan total.

Belajar dari rumah berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 04 Tahun 2020 sebagai pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman yang bermakna dan pendidikan kecakapan hidup. Strategi untuk memfasilitasi hal tersebut, guru harus dapat memilah pembelajaran yang dinamis dan kreatif. Untuk itu, guru perlu berpikir antisipatif dan proaktif, artinya guru harus melakukan pembaharuan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus-menerus dan dapat menyesuaika seperti pada masa pandemi ini (Rosalin, 2008: 113).

Permasalahan yang dihadapi di SMP Negeri 5 Tanjung Morawa adalah, (1) tidak semua siswa memiliki Gadget (80 % siswa memiliki gadget), (2) 60 % siswa tidak memiliki kuota internet, (3) perhatian orang tua kurang karena 80 % orang tua sibuk bekerja dan, (4) minat baca siswa sangat kurang. Untuk mengatasi permasalahan di atas maka bagi siswa yang bermasalah diadakan pembelajaran luring.

Salah satu cara untuk menerapkan budaya positif siswa adalah dengan menjaga kebersihan rumah, sekolah dan lingkungan

a.Menjaga kebersihan di rumah

Berikut ini upaya nyata untuk menjaga kebersihan rumah, antara lain :

1. Membuang sampah pada bak sampah

2. Membersihkan ruang keluarga

3. Membersihkan barang rumah tangga

4. Membersihkan kamar mandi seminggu dua kali

5. Membersihkan kamar tidur setiap hari

6. Membersihkan ruang tamu setiap hari

7. Menyapu halaman rumah setiap hari

8. Menyapu lantai setiap hari

Dengan dibersihkannya seluruh isi rumah, maka akan tercipta rumah idaman keluarga dan menjadi rumah yang sehat. Kebersihan rumah menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga di rumah.

b. Menjaga kebersihan sekolah

Kebersihan sekolah adalah tanggung jawab seluruh warga sekolah, baik itu guru, karyawan, maupun murid. Sekolah yang bersih akan membuat siswa lebih nyaman untuk belajar, sebab sekolah adalah tempat kita menuntut ilmu.

Kebersihan sekolah akan terjaga apabila seluruh elemen sekolah sadar akan pentingnya kebersihan sekolah. Upaya untuk menjaga kebersihan sekolah antara lain :

1. Membersihkan debu yang menempel pada kursi, meja, jendela maupun lainnya

2. Menyapu halaman setiap hari

3. Menyapu ruang kelas setiap hari

4. Tidak membuang sampah di sembarang tempat

Untuk menjaga kebersihan sekolah, setiap kelas wajib menyusun jadwal piket supaya pelaksanaan kebersihan sekolah dapat terwujud dan menjadi sekolah yang bersih, sehat, dan indah. 

B. Deskripsi Aksi Nyata

1.Tujuan

Adapun tujuan dari aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan komunikasi antara guru, orang tua dan siswa

2. Menumbuhkan budaya positif di kelas, lingkungan sekolah dan rumah

3. Membudi dayakan pola hidup bersih di rumah, sekolah dan lingkungan

4. Membangkitakan rasa cinta dan perduli lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.

2. Tolok Ukur

a. Peserta didik menerapkan pola hidup sehat dan bersih dilingkungan rumah sekolah dab nasyarakat

b. Peserta didik mampu memberikan umpan balik dalam dalam kegiatan pembelajaran.

c. Peserta didik memiliki semangat dan kerjasama, aktif dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

d. Terjadinya komunikasi yang efektif antara siswa, guru dan orang tua

C. HASIL AKSI NYATA

Hasil Pengembangan budaya positif siswa dengan pola hidup sehat dan bersih dilakukan di rumah, sekolah dan lingkungan,   Pembimbingan dilakukan melalui WA Group dan pertemuan virtual melalui Converence Teams.Siswa SMP Negeri 5 Tanjung Morawa 1 kali seminggu dating ke Sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatanHasil yang diharapkan, siswa tetap bersemangat belajar dan menerapkan budaya positif melalui kebersihan lingkungan

Foto-foto kegiatan siswa SMP Negeri 5 Tanjung Morawa

1. Foto Kegiatan Siswa di rumah

 



 


2. Foto Kegiatan Siswa di Sekolah







Kesimpulan

Pengembangan budaya positif siswa melalui pola hidup sehat dan bersih belum sepenuhnya bisa dilaksanakan. Karena situasi Pandemi Covid 19 siswa tidak semua melaksanakannya hanya Sebagian kecil siswa. Untuk selanjutnya semoga dengan tatap muka budaya positif ini bisa maksimal

Komentar